Senin, 17 Oktober 2011
PROMO SHELL for ASTRA
Shop&Drive turut serta dalam pameran franchise di JCC,14-16 Oktober 2011
Selama pameran tersebut, akan dibagikan voucher Shell Astra
Bagi anda yg membawa voucher di atas, maka anda berhak mendapatkan :Shell ASTRA 10W30 - Buy 3 Get 4
Ketentuan promo :
1. Berlaku untuk pembelian min 4 liter kemasan liter
2. Periode s.d 31 Desember 2011
Selasa, 11 Oktober 2011
# Dapatkan Voucher Rp.50.000 #
Shop&Drive bekerja sama dengan CASTROL mengadakan program “Dapatkan Voucher Rp.50.000”.
Setiap transaksi pembelian produk oli Castrol Magnatec 10W40 4ltr (galon) selama tanggal 15 Oktober 2011 - 15 Januari 2012. Customer akan mendapatkan Voucher sebesar Rp. 50.000 yang berlaku untuk potongan harga untuk pembelian produk oli Castrol Magnatec 10W40 4ltr berikutnya (pembelian ke-2).
Program ini berlaku setiap hari dan untuk penggantian di tempat (tidak untuk dibawa pulang). Untuk mengetahui detail program dan lokasi Shop&Drive, silahkan menghubungi Call Shop&Drive kami di nomor 021-8214872
Selasa, 27 September 2011
Jumat, 29 Juli 2011
PROMO OLI TOTAL
PROMO - PROMO Shop&Drive Saat ini :-BELI 3 DAPET 4 ~ Untuk Pembelian oli Total Quartz
7000 10W40 & Hanya untuk penggantian di tempat
* Periode 01 April - 31 AGUSUTUS 2011
BATERY HOME DELIVERI
021-8214872
Minggu, 26 Juni 2011
DISKON AKI 15%
DISKON AKI 15%
*tradein Aki GSMF
GARANSi s/d 18 BULAN (30.000 km)
Periode 01 Juni s/d 31 Juli 2011
anda tlf kami antarr....
shop&drive pekayon
021-8214872.
(sardi)
Sabtu, 16 April 2011
promo .
PROMO - PROMO Shop&Drive Saat ini :- Disc.25% ~ Untuk Pembelian oli Total Quartz
7000 10W40 4 ltr* Berlaku utk kemasan Galon & Hanya untuk penggantian di tempat
* Periode 01 April - 31 May 2011
- Beli 3 GRATIS 1 ~ Untuk Pembelian Repsol Elite Mutivalvulas 10W40* Berlaku utk kemasan liter & Hanya untuk penggantian di tempat
* Periode 20 Maret - 20 Juni 2011
- Disc 25% - Fastron kemasan Galon (Fastron 10W40 & Fastron Diesel)Periode : 15 Feb s/d 15 Mei 2011 - (Hanya berlaku untuk penggantian di tempat)
1. Program dengan Bank Mandiri (Periode 15 Maret - 30 Juni 2011)- Beli 3 Gratis 1 untuk Shell Helix HX 7 (Bensin dan Diesel)
- Beli 2 Gratis 2 untuk Shell Helix Ultra
- Disc 15% utk Shock Absorber (Avanza Xenia, Inova, Panther, Kijang, Taruna, Apv)
2. Disc aki 15 % (Periode 15 Maret - 15 Mei 2011)- Berlaku utk GSMF dan GSHY dengan trade in (Aki Mobil)
Minggu, 10 April 2011
interval servis
Perawatan berkala kendaraan dengan interval 10.000 km tentu menjadi poin lebih bagi konsumen. Tapi apakah interval ini masih masuk toleransi mengingat parahnya kemacetan lalu lintas? Dan apakah acuan jarak tempuh masih bisa diberlakukan dalam kondisi ekstrem?
Harus pintar memilih skala prioritas kebutuhan agar dapat berhemat, perawatan kendaraan pun perlu disiasati. Bila tidak, niat untuk berhemat akan berujung pada petaka. Agar tak salah bertindak, interval servis pemilik kendaraan patut menjadi perhatian. Komponen apa saja yang saling bersinggungan saat kendaraan terjebak kemacetan?
Oli Mesin
Oli mesin sebagai pelumas komponen bergerak mengalami beban berat ketika kendaraan berada dalam kondisi ‘stop and go’. Gesekan antar-komponen bergerak dalam kondisi ini begitu berat dan memerlukan pelumas yang selalu dalam kondisi optimal. Alhasil, jarak tempuh tak mampu lagi menjadi acuan dalam penggantian oli mesin.
Sebagai gambaran, dengan jarak tempuh yang sama setiap harinya, waktu tempuh pemilik kendaraan bisa meningkat hingga 1,5 hingga 3 kali lipat lebih lama jika melewati kawasan macet parah. Tak heran bila patokan engine running patut menjadi pertimbangan untuk menentukan interval penggantian oli mesin.
Mengingat waktu kerja kendaraaan yang meningkat dari semestinya. Ada baiknya memangkas waktu penggantian oli sekitar 25% dari jarak tempuh yang direkomendasikan. Terutama bagi kendaraan lawas, yang pelepasan panas pada cooling system-nya tak seoptimal mobil baru..
Namun setiap ATPM pasti telah melakukan riset mendalam terhadap penggunaan pelumas untuk kendaraan yang dijualnya. Dan sebenarnya, oli mesin yang direkomendasikan ATPM, memiliki kemampuan yang jauh di atas batas rekomendasi perawatan berkala – yang dalam hal ini 10.000 km.
Menurut Teddy Irawan, Deputy Director PT Nissan Motor Indonesia (NMI). “Penurunan performa pelumas akibat kemacetan yang parah tak serta merta mengubah kebijaksanaan ATPM dalam menentukan waktu servis kendaraan. Selain berskala nasional, kemacetan lalul lintas masih masuk ke dalam batas toleransi penggunaan oli mesin.”
Filter Udara
Perannya sebagai penyaring debu membuat filter udara menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas oli di dalam mesin. Bila tak mendapat perhatian, debu kotoran dapat menyusup masuk ke dalam ruang bakar.
Apalagi dalam kondisi macet, debu jalan dapat dengan mudah terisap masuk ke dalam mesin. Efeknya tentu penimbunan kerak di katup dan ruang bakar dapat dengan mudah terjadi.
Tumpukan karbon tersebut akan membuat penurunan performa oli dalam melumasi. Ikatan karbon yang ditangkap oli dapat menurunkan kualitas dari fungsinya sebagai pelumas. Jadi waktu penggantian oli mesin wajib dipercepat dari semestinya.
Filter Oli
Bila ikatan karbon di dalam oli meningkat, tentu fungsi filter oli akan mendapat efek serupa. Fungsinya sebagai penyaring kotoran akan menjadi lebih singkat. Tak heran bila penggantian saringan oli menjadi menu wajib ketika oli mesin diganti. Bila diabaikan, kerja pompa oli kian berat akibat sumbatan yang terjadi pada filter oli - meski pada filter oli dilengkapi katup by-pass.
Oli Transmisi Otomatis
Tak hanya oli mesin, oli transmisi otomatis pun perlu mendapat perhatian. Perilaku mengemudi wajib diubah. Bila sebelumnya, pengemudi dapat mempertahankan tuas transmisi di posisi D (Drive) saat berhenti di kemacetan, sebaiknya segera diubah pada posisi N (Netral). Hal ini akan meringankan beban komponen di dalam trasmisi dan oli lebih mudah didinginkan.
Kopling Dan Rem
Kondisi ‘stop and go’ juga menjadi siksaan berat bagi kopling di kendaraan. Fungsinya sebagai penyalur tenaga mesin ke roda akan bekerja ekstra. Gejala selip saat pedal kopling diangkat perlahan akan membuat kampas pelat kopling cepat terkikis.
Kondisi serupa juga dialami kampas rem. Sebaiknya, pengemudi rajin menggunakan rem parkir atau tidak menginjak pedal rem dalam waktu lama. Sebab hal ini akan menyebabkan pelepasan panas pada cakram menjadi tidak merata. Dampaknya, cakram akan mudah bergelombang. Langkah Preventif
1. Periksa Jumlah Oli
Dengan memanfaatkan dipstick, pemilik kendaraan wajib memantau jumlah oli setiap 2-3 minggu sekali. Pastikan jumlahnya masih dalam batas toleransi atau berada di antara batas upper dan lower.
Terbatasnya pasokan udara segar di ruang mesin akibat udara di sekeliling kendaraan yang panas dapat membuat tingkat penguapan oli mesin kian meninggi. Apalagi bagi kendaraan lawas dan cooling system tidak berkerja optimal.
2. Cek Air Aki
Lama dalam kondisi idle, mewajibkan aki selalu dalam kondisi prima. Kerja electric fan serta blower AC, kerap menyedot pasokan listrik di dalam aki. Selain memastikan kondisi alternator, ketinggian air aki juga wajib dipantau. Berikut dengan kondisi kutup positif dan negatif.
3. Kebersihan Filter Udara
Dampaknya terhadap penurunan kualitas oli dan konsumsi bbm membuat pemilik kendaraan perlu membersihkan saringan udara lebih sering. Apalagi bila kendaraan kerap melewati jalan berdebu. Jadi, membersihkan saringan udara tak lagi mengandalkan waktu servis saja. Segera ganti bila filter udara telah menghitam.
4. Sistem Pendingin Mesin
Selain memperhatikan jumlah air radiator di reservoir tank, kebersihan dan kondisi kisi-kisi kondensor AC dan radiator wajib dibenahi. Bila tidak, proses pelepasan panas akan terganggu dan berdampak banyak pada performa kendaraan secara keseluruhan.
5. Bersihkan Busi
Komponen pemantik di ruang bakar ini pun terkena imbas dari kecenderungan rendahnya putaran mesin. Dalam kondisi idle, kemampuan pemercik bunga api atau koil pun tidak sebesar saat putaran mesin sedang atau tinggi. Alhasil, pembakaran tidak sempurna pun mudah terjadi dan berakibat tumpukan karbon di sekitar busi.
Tak ada salahnya membersihkan busi secara berkala atau sekitar dua minggu sekali di saat week end, agar performa busi selalu optimal. Ganti bila elektroda busi sudah membulat.
Harus pintar memilih skala prioritas kebutuhan agar dapat berhemat, perawatan kendaraan pun perlu disiasati. Bila tidak, niat untuk berhemat akan berujung pada petaka. Agar tak salah bertindak, interval servis pemilik kendaraan patut menjadi perhatian. Komponen apa saja yang saling bersinggungan saat kendaraan terjebak kemacetan?
Oli Mesin
Oli mesin sebagai pelumas komponen bergerak mengalami beban berat ketika kendaraan berada dalam kondisi ‘stop and go’. Gesekan antar-komponen bergerak dalam kondisi ini begitu berat dan memerlukan pelumas yang selalu dalam kondisi optimal. Alhasil, jarak tempuh tak mampu lagi menjadi acuan dalam penggantian oli mesin.
Sebagai gambaran, dengan jarak tempuh yang sama setiap harinya, waktu tempuh pemilik kendaraan bisa meningkat hingga 1,5 hingga 3 kali lipat lebih lama jika melewati kawasan macet parah. Tak heran bila patokan engine running patut menjadi pertimbangan untuk menentukan interval penggantian oli mesin.
Mengingat waktu kerja kendaraaan yang meningkat dari semestinya. Ada baiknya memangkas waktu penggantian oli sekitar 25% dari jarak tempuh yang direkomendasikan. Terutama bagi kendaraan lawas, yang pelepasan panas pada cooling system-nya tak seoptimal mobil baru..
Namun setiap ATPM pasti telah melakukan riset mendalam terhadap penggunaan pelumas untuk kendaraan yang dijualnya. Dan sebenarnya, oli mesin yang direkomendasikan ATPM, memiliki kemampuan yang jauh di atas batas rekomendasi perawatan berkala – yang dalam hal ini 10.000 km.
Menurut Teddy Irawan, Deputy Director PT Nissan Motor Indonesia (NMI). “Penurunan performa pelumas akibat kemacetan yang parah tak serta merta mengubah kebijaksanaan ATPM dalam menentukan waktu servis kendaraan. Selain berskala nasional, kemacetan lalul lintas masih masuk ke dalam batas toleransi penggunaan oli mesin.”
Filter Udara
Perannya sebagai penyaring debu membuat filter udara menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas oli di dalam mesin. Bila tak mendapat perhatian, debu kotoran dapat menyusup masuk ke dalam ruang bakar.
Apalagi dalam kondisi macet, debu jalan dapat dengan mudah terisap masuk ke dalam mesin. Efeknya tentu penimbunan kerak di katup dan ruang bakar dapat dengan mudah terjadi.
Tumpukan karbon tersebut akan membuat penurunan performa oli dalam melumasi. Ikatan karbon yang ditangkap oli dapat menurunkan kualitas dari fungsinya sebagai pelumas. Jadi waktu penggantian oli mesin wajib dipercepat dari semestinya.
Filter Oli
Bila ikatan karbon di dalam oli meningkat, tentu fungsi filter oli akan mendapat efek serupa. Fungsinya sebagai penyaring kotoran akan menjadi lebih singkat. Tak heran bila penggantian saringan oli menjadi menu wajib ketika oli mesin diganti. Bila diabaikan, kerja pompa oli kian berat akibat sumbatan yang terjadi pada filter oli - meski pada filter oli dilengkapi katup by-pass.
Oli Transmisi Otomatis
Tak hanya oli mesin, oli transmisi otomatis pun perlu mendapat perhatian. Perilaku mengemudi wajib diubah. Bila sebelumnya, pengemudi dapat mempertahankan tuas transmisi di posisi D (Drive) saat berhenti di kemacetan, sebaiknya segera diubah pada posisi N (Netral). Hal ini akan meringankan beban komponen di dalam trasmisi dan oli lebih mudah didinginkan.
Kopling Dan Rem
Kondisi ‘stop and go’ juga menjadi siksaan berat bagi kopling di kendaraan. Fungsinya sebagai penyalur tenaga mesin ke roda akan bekerja ekstra. Gejala selip saat pedal kopling diangkat perlahan akan membuat kampas pelat kopling cepat terkikis.
Kondisi serupa juga dialami kampas rem. Sebaiknya, pengemudi rajin menggunakan rem parkir atau tidak menginjak pedal rem dalam waktu lama. Sebab hal ini akan menyebabkan pelepasan panas pada cakram menjadi tidak merata. Dampaknya, cakram akan mudah bergelombang. Langkah Preventif
1. Periksa Jumlah Oli
Dengan memanfaatkan dipstick, pemilik kendaraan wajib memantau jumlah oli setiap 2-3 minggu sekali. Pastikan jumlahnya masih dalam batas toleransi atau berada di antara batas upper dan lower.
Terbatasnya pasokan udara segar di ruang mesin akibat udara di sekeliling kendaraan yang panas dapat membuat tingkat penguapan oli mesin kian meninggi. Apalagi bagi kendaraan lawas dan cooling system tidak berkerja optimal.
2. Cek Air Aki
Lama dalam kondisi idle, mewajibkan aki selalu dalam kondisi prima. Kerja electric fan serta blower AC, kerap menyedot pasokan listrik di dalam aki. Selain memastikan kondisi alternator, ketinggian air aki juga wajib dipantau. Berikut dengan kondisi kutup positif dan negatif.
3. Kebersihan Filter Udara
Dampaknya terhadap penurunan kualitas oli dan konsumsi bbm membuat pemilik kendaraan perlu membersihkan saringan udara lebih sering. Apalagi bila kendaraan kerap melewati jalan berdebu. Jadi, membersihkan saringan udara tak lagi mengandalkan waktu servis saja. Segera ganti bila filter udara telah menghitam.
4. Sistem Pendingin Mesin
Selain memperhatikan jumlah air radiator di reservoir tank, kebersihan dan kondisi kisi-kisi kondensor AC dan radiator wajib dibenahi. Bila tidak, proses pelepasan panas akan terganggu dan berdampak banyak pada performa kendaraan secara keseluruhan.
5. Bersihkan Busi
Komponen pemantik di ruang bakar ini pun terkena imbas dari kecenderungan rendahnya putaran mesin. Dalam kondisi idle, kemampuan pemercik bunga api atau koil pun tidak sebesar saat putaran mesin sedang atau tinggi. Alhasil, pembakaran tidak sempurna pun mudah terjadi dan berakibat tumpukan karbon di sekitar busi.
Tak ada salahnya membersihkan busi secara berkala atau sekitar dua minggu sekali di saat week end, agar performa busi selalu optimal. Ganti bila elektroda busi sudah membulat.
Langganan:
Postingan (Atom)







